Nakes-Pasien RS Wisma Atlet Main Angklung

Nakes-Pasien RS Wisma Atlet Main Angklung

 

 

Nakes-Pasien RS Wisma Atlet Main Angklung  – Hari ini tepat setahun perjuangan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran beroperasi menangani pandemi Corona. Drjen Kebudayaan dan Penddkan Kemendkbud Hilmar Farid berharap peringatan tersebut hanya pertama dan terakhir sehingga pandemi tersebut berakhir.

Nakes-Pasien Wisma Atlet Main Angklung Peringati 1 Tahun Lawan Corona

Mengutip dari dailyforum.net “Saya ingin mengapresiasi, menaruh hormat yang sedalam-dalamnya, penghargaan setinggi-tingginya bagi semua tenaga kesehatan yang sudah berada d garis depan d dalam perjuangan kita melawan COVID-19,” ucap Hilmar dalam sambutannya dalam acara peringatan 1 tahun perjuangan melawan COVID-19 yang dsiarkan d YouTube Budaya Saya, Selasa (23/3/2021).

“Saya tentu berharap bahwa peringatan kita d RS Darurat COVID-19 ini adalah peringatan yang pertama dan yang terakhir Dan COVID-19 kita tahu mengenai semua orang tidak pandang usia tidak pandang dari mana da datang, kaya-miskin, apa pun agamanya, apa pun suku agamanya apa pun suku bangsanya semua terkena

Dalam acara tersebut Hilmar beserta pengisi acara memakai APD

, sedangkan pasien Wisma Atlet yang hadr menggunakan masker dan menjaga jarak. Hilmar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas setiap hari memakai APD“

Ini pertama kalinya saya pakai APD ini, belum punya waktu satu jam, saya merasa berat badan saya turun karena keringat. Jad bisa dbayangkan 8 jam sehari teman-teman yang berada d garda terdepan perjuangan pemakai APD ini, meninggalkan keluarga d rumah untuk melayani kami. Dan tidak ada kata lain yang bisa ducapkan selain terima kasih, rasa hormat yang setinggi-tingginya untuk semua tenaga kesehatan,

Nakes-Pasien Wisma Atlet Main Angklung Peringati 1 Tahun Lawan Corona

 

”ujarnya. Dalam kasus ini, sebanyak 1.500 relawan dan pasien d Sports Center mengeluarkan peringatan kepada petugas kesehatan yang meninggal akibat COVID-19. Baik pasien maupun tenaga kesehatan memainkan angklung d bawah kepemimpinan konduktor Rumah Angklung Arny Dulishaputri, memainkan lagu yang berbeda. Pasien dan kader kesehatan masing-masing memegang 1 angklung dengan nada yang berbeda.

Hilmar mengatakan angklung yang dmainkan itu dbeli dari perajin angklu

ng. Ia berharap membeli angklung dari perajin dapat membangkitkan ekonomi kreatif d tengah pandemi.

“Sebagai informasi, angklung ini juga kita beli dari para perajin, sehingga acara ini bukanlah foya-foya, bukan menghambur-hamburkan uang.Nakes-Pasien RS Wisma Atlet Main Angklung

Banyak teman d luar sana juga menunggu ekonomi bisa bangkit kembali.

Comments are closed.