3 Perubahan Perdagangan Internasional Akibat Pandemik COVID-19

3 Perubahan Perdagangan Internasional Akibat Pandemik COVID-19

3 Perubahan Perdagangan Internasional Akibat Pandemik COVID-19

3 Perubahan Perdagangan Internasional Akibat Pandemik COVID-19    – Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo menyebut, negara-negara melakukan penyesuaian dalam menjalankan kegiatan perdagangan sebagai dampak pandemik COVID-19.

“Terjadi penyesuaian pada tingkat negara maupun bisnis sebagai akibat dari pandemik yang terjadi,” kata Iman dilansir ANTARA, Jumat, 6 November 2020.

Ada tiga perubahan pada perdagangan internasional, apa saja?

1. Banyak negara mengamankan kebutuhan mereka dan perubahan perjanjian kerja sama

Iman memaparkan adanya dampak COVID-19 membuat banyak negara mengamankan pasokan kebutuhan mereka, mulai dari makanan, obat-obatan, komponen, hingga elektronika. Bahkan, jika perlu negara tersebut berupaya memproduksinya dari dalam negeri.

Penyesuaian yang kedua, yakni soal perdagangan. Iman mengatakan, perjanjian perdagangan mulai terpikirkan kembali untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber pasokan secara signifikan.

Terlansirkan dari http://162.241.119.31/ .“Bukan proteksionisme. Tapi ini hanya keperluan menjamin kemandirian dan independensi dalam perspektif industrial point of view,” ujar ia.

2. Negara-negara pada dunia sekarang mencari rantai pemasokan yang lebih pendek

Ketiga, penyesuaian perdagangan lain yang juga melakukan negara lain yakni banyak negara mencari rantai pasokan yang lebih pendek, dengan memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara yang jaraknya lebih dekat.

Menurut Iman, untuk negara-negara Asia timur, tertundanya Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) lebih realistis dari pada hubungan pada kawasan Pasifik seperti Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) atau lintas Atlantik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

3. Perubahan sirkulasi ganda yang terpimpin Tiongkok

Terakhir, terjadi penyesuaian perdagangan yang tersebut dual circulation atau sirkulasi ganda yang terpimpin Tiongkok. Yang memandang bahwa ekspor dan konsumsi domestik menjadi sama pentingnya.

“Terakhir, dunia bisnis menyesuaikan diri dengan realita baru, yakni menempatkan manusia dan lingkungan, transparansi, kedekatan, dan kolaborasi. Menjadi memiliki porsi-porsi tersendiri dalam mencapai tujuan bisnis,” ujar Iman.

Taipei Economic and Trade Office (TETO) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Komite Taiwan, menyelenggarakan webinar dengan tema “Prospek Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Taiwan dan Indonesia pada Era COVID-19 dan pada Masa Depan”.

Webinar terhadiri lebih dari 100 orang yang berasal dari berbagai kalangan, antara lain perwakilan dari pengusaha bidang industri, pejabat, akademisi, dan media dari Taiwan dan Indonesia untuk saling bertukar pandangan.

Comments are closed.