Bisnis Masker Sambil Berdonasi Ala Alita

Bisnis Masker Sambil Berdonasi Ala Alita

Bisnis Masker Sambil Berdonasi Ala Alita

Bisnis Masker Sambil Berdonasi Ala Alita – Berbagai macam strategi dilakukan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa tetap bertahan selama masa pandemik COVID-19. Hal itu dirasakan Alita F Harsaningtyas, produsen apron asal Yogyakarta bernama Risum.

Ia berusaha memaksimalkan semua platform untuk menarik sebanyak-banyaknya pelanggan.

Sama seperti pemilik bisnis lainnya, produksi apron Alita juga menurun akibat pandemik. Target market Risum kebanyakan restoran dan coffee shop yang juga kesulitan dan tidak bisa menjalankan bisnisnya.

Meski produksi menurun, Alita tak ingin merumahkan karyawannya begitu saja, karena ia sadar mayoritas karyawannya ibu rumah tangga.

1. Alita memproduksi masker sekaligus mengajak pelanggan berdonasi

Berangkat dari keresahannya, Alita mencari tahu bahan alternatif untuk membuat masker. April lalu, ia memutuskan membuat masker kain dengan tiga lapisan.

Tak hanya menjual masker buatannya, Alita juga mengajak Risumate–nama sebutan bagi pelanggan Risum–untuk berdonasi. Setiap masker yang dibeli sama dengan menyumbangkan masker untuk dibagikan secara gratis.

Alita menyadari masih banyak warga sekitar yang kurang mampu membeli masker. Atas usahanya ini, ia bisa turut berperan pada situasi pandemik, membantu sesama dan tetap memberdayakan karyawannya.

Kegiatan yang ia lakukan selama tiga pekan ini berhasil menyalurkan 1.000 masker kepada masyarakat yang membutuhkan.

2. Bisnis Risum kian dikenal masyarakat

Dari kegiatan donasi ini, semakin banyak orang mengetahui Risum. Bisnisnya tetap dapat bertahan dan semakin dikenal.

Risum mendapatkan pelanggan baru yang merupakan kaum ibu yang harus di rumah saja selama pandemik, dan menginginkan apron untuk digunakan saat menyajikan masakan bagi keluarga.

Risum telah berdiri sejak 2018. Alita melihat semakin banyaknya restoran dan coffee shop yang baru dibuka, membuat bisnis apron berpotensi besar sebagai salah satu media untuk branding.

Ia pun memilih memulai bisnis ini, setelah memutuskan berhenti bekerja karena memiliki balita kala itu.

3. Penjualan kian meningkat setelah memanfaatkan Google Bisnisku dan Google Ads

Alita membangun Risum seorang diri, mulai dari membeli bahan baku, menjahit apron, melayani konsumen, hingga promosi.

Lambat laun, ia memutuskan merekrut karyawan dengan memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya untuk membantu menjahit apron.

Tak berhenti sampai di situ, tekad Alita membesarkan bisnis Risum membuatnya terus belajar. Salah satu cara yang ia lakukan adalah mengikuti kelas Gapura Digital, program Grow with Google yang mendukung UKM Indonesia untuk memajukan bisnis secara digital melalui pelatihan.

Berbekal ilmu yang didapat, dia mulai memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan apron buatannya.

Berbagai alat promosi ia gunakan, termasuk Google Bisnisku dan Google Ads. Pelanggan Risum awalnya hanya melihat-lihat produk di business-site yang biasanya digunakan untuk menampilkan produk dan artikel edukasi bagi calon pelanggan.

Namun, dengan fitur Maps di Google Bisnisku banyak calon pelanggannya yang memutuskan datang langsung ke lokasi workshop.

Comments are closed.