CEO Jouska Ngaku Belum Dapat Panggilan dari PPATK

CEO Jouska Ngaku Belum Dapat Panggilan dari PPATK

CEO Jouska Ngaku Belum Dapat Panggilan dari PPATK

CEO Jouska Ngaku Belum Dapat Panggilan dari PPATK, – CEO PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno mengaku belum memperoleh panggilan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hal itu terkait dugaan tindak pencucian uang.

“Sampai detik ini, panggilan resmi yang diajukan kepada kami cuma ada dua. Yaitu dari Satgas Waspada Investasi dan satu kali meeting tanggal 24 Juli lalu. Kedua dari Bareskrim Polri tanggal 19 Agustus. Hanya itu saja sampai detik ini,” ungkap Aakar dalam konferensi pers virtual, Selasa.

Melansir dari http://shopenglandonline.com/, Dia mengatakan, selama ini pihaknya aktif mengikuti kegiatan PPATK. Dia menuturkan, yang telah memberikan panggilan selama ini baru Satgas Waspada Investasi (SWI) dan Bareskrim.

“Mungkin yang perlu kita garis bawahi Jouska secara badan kita justru terdaftar di bawah PPATK. Kami setiap tahun rutin mengikuti seminar atau kegiatan AML anti money laundering,” katanya.

Aakar klaim tidak pernah terima penitipan dana dari klien

Terkait dugaan pencucian uang, Aakar menyebut perusahaannya tidak pernah menerima penitipan dana apa pun dari kliennya. Menurut dia, transaksi yang dilakukan pun sekadar untuk membayar jasa advisory.

“Ketika kontrak dengan klien, itu dinyatakan bahwasanya dana tidak didapatkan dari hasil kejahatan,” katanya.

Sebagai perusahaan perencana keuangan, Aakar mengklaim bahwa perusahaannya telah terdaftar di bawah naungan PPATK.

“Kami setiap tahun juga aktif ikut seminar di PPATK, seminar anti money laundry,” ucap Aakar.

Jouska diduga melanggar tiga undang-undang

Tak hanya PPATK, Bareskrim Polri juga menyelidiki PT Jouska. Menurut Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam Lumban Tobing, Jouska diduga melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan.

“Bareskrim telah memetakan tiga undang-undang yang diterobos oleh Jouska, yaitu undang-undang pasar modal, undang-undang ITE dan undang-undang perlindungan konsumen. Satgas juga melihat Jouska telah melakukan kegiatan penasihat investasi tanpa izin,” jelas Tongam dikutip dari laman IDX Channel, Selasa 28 Juli 2020.

Selain itu, tambah Tongam, Jouska juga tak memiliki izin sebagai agen perantara perdagangan efek yang harus diperoleh dari OJK. “Dengan kata lain, aktivitas Jouska adalah ilegal,” katanya.

Sekadar informasi, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan aktivitas PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amartha Investa Indonesia. Kedua perusahaan tersebut diketahui memiliki afiliasi dengan Jouska dan secara tak langsung juga terlibat dalam dugaan pelanggaran izin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi.

Jouska telah dihentikan pada Jumat 27 Juli

Pada Jumat 27 Juli 2020, Satgas Waspada Investasi telah memanggil Jouska dalam pertemuan yang dihadiri Aakar Abyasa, selaku pemilik dan pemimpin serta pengurus Jouska lainnya.

Dalam pertemuan itu, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengeluarkan keputusan untuk menghentikan kegiatan PT Jouska Finansial Indonesia, karena telah melakukan kegiatan usaha sebagai Penasihat Investasi dan atau agen perantara Perdagangan Efek tanpa izin.

Tak hanya Jouska, kegiatan PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amarta Investa Indonesia yang diduga melakukan kegiatan Penasihat Investasi, Manajer Investasi atau Perusahaan Sekuritas tanpa izin juga harus dihentikan.

Comments are closed.