Garuda Pecat Pilotnya yang Terbukti Narkoba

Garuda Pecat Pilotnya yang Terbukti Narkoba

Garuda Pecat Pilotnya yang Terbukti Narkoba

Garuda Pecat Pilotnya yang Terbukti Narkoba – Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra buka suara terkait kabar adanya oknum pilot mereka yang diamankan aparat kepolisian, karena kasus narkoba.

“Saat ini kami turut melakukan penelusuran lebih lanjut atas hal tersebut,” kata Irfan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Manajemen PT Garuda Indonesia (Tbk) mengkonfirmasi kabar yang menyatakan dua pilotnya tengah dicekal pihak kepolisian karena kedapatan mengkonsumsi narkoba. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan perseroan sedang melakukan penelusuran mendalam.

Lebih lanjut, Irfan menyatakan perusahaan bakal memberikan sanksi berupa pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap pilot Garuda bila terbukti mengkonsumsi narkoba.

“Perlu kiranya kami sampaikan bahwa Garuda Indonesia tidak memberikan toleransi terhadap karyawan yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika dan akan menerapkan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja,” tutur Irfan dalam pesan pendek.

Garuda Indonesia tanpa toleransi

Irfan mengatakan, Garuda Indonesia tidak akan memberikan toleransi apa pun kepada oknum pilotnya jika terbukti bersalah dalam kasus ini. Ia justru mengancam akan menerapkan sanksi tegas.

“Garuda Indonesia tidak memberikan toleransi terhadap karyawan yang terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika, dan akan menerapkan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja,” ucapnya.

Pemeriksaan tes narkoba kepada pegawainya

Akibat kasus ini, sebagai langkah pencegahan, maskapai pelat merah ini akan memberlakukan tes pemeriksaan narkoba. Tidak hanya kepada pilot, namun seluruh pegawai yang ada.

“Ini sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja, sekaligus untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna jasa Garuda Indonesia,” kata Irfan.

Awal mula kasus, satu pilot bahkan ditangkap saat baru landing

Pihak kepolisan mengamankan 4 orang dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Satu orang merupakan karyawan swasta, dua orang pilot pelat merah, dan satu pilot swasta.

Mereka ditangkap secara terpisah di kediaman masing-masing. Polisi bahkan menyebut ada pilot yang baru saja landing atau mendarat dan langsung ditangkap.

Irfan mengimbuhkan, perusahaan secara berkala juga akan melakukan pemeriksaan kepada seluruh pegawai. Hal ini dilakukan untuk mencegah upaya penyalahgunaan obat terlarang di lingkungan kerja sekaligus menjamin keselamatan serta kenyamanan pengguna maskapai.

Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan sebelumnya menangkap tiga pilot yang mengkonsumsi sabu-sabu di Cipondoh, Tangerang. Pilot yang tertangkap karena kasus narkoba itu berasal dari maskapai penerbangan pelat merah dan swasta.

Comments are closed.