Indonesia tertinggal dalam bisnis kayu dan mebel dunia

Indonesia tertinggal dalam bisnis kayu dan mebel dunia

Indonesia Masih tertinggal dalam bisnis kayu dan mebel dunia

Indonesia Masih tertinggal dalam bisnis kayu dan mebel  – Indonesian Light Wood Association (ILWA) menilai Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki lahan luas luar biasa. Tetapi indonesia masih dalam bisnis kayu dan mebel dunia.

“Kami sudah melakukan kajian dan mendapat data yang valid dirilis per 10 tahun sekali dan terakhir pada 2017 total kebutuhan pasar dunia.

Ia menilai Indonesia lalai karena tidak pernah menelaah pasar global secara utuh. Indonesia hanya melihat angka ekspor kayu dan mebel dari tahun ke tahun.

Menurut dia, Indonesia tertinggal jauh dibanding negara lain karena antara lain regulasi pemerintah yang sering tidak pro bisnis dan kontra produktif. Bahkan bertentangan antara satu kementerian dengan kementerian yang lain.

#Produsen Mebel Tiongkok Ingin Pindahkan Pabrik ke RI

Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) menyatakan industri mebel dan kerajinan Tiongkok berencana untuk memindahkan pabriknya ke Indonesia. Langkah ini dilakukan menyusul semakin melemahnya daya saing produk lantaran upah minimum pekerja di negara tersebut yang semakin tinggi.

“Baru kali ini industri mebel Tiongkok datang ke Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (11/3/2016).

Dia mengungkapkan, saat ini upah pekerja di sektor permebelan dan kerajinan di Tiongkok sudah mencapai US$ 400. Hal ini membuat produsen harus mengeluarkan biaya produksi lebih besar dan berdampak harga jual produknya.

“Mereka katakan upah pekerja sudah US$ 300-US$ 400 sehingga daya saing produk hilang,” lanjut dia.

Selain ke Indonesia industri mebel Tiongkok juga telah merelokasi pabriknya di Vietnam. Namun menurut Rudi, dengan jumlah penduduk yang hanya sepertiga Indonesia, kondisi Vietnam sudah tidak kondusif untuk industri mebel.

Ketua UmumAMKRIRudi Halim mengatakan, sejauh ini sudah ada dua asosiasi asal negeri tirai bambu yaitu asosiasi permesinan mebel serta asosiasi mebel dan kerajinan China yang menyatakan siap bekerja sama dengan industri mebel di Indonesia.

Oleh sebab itu investor China siap mengalihkan lokasi investasi mebel ke Indonesia. “Sebagian pengusaha China sudah pindah ke Vietnam, sebagian lagi akan ke Indonesia,” tandasnya.

Comments are closed.