Kisah sukses aktor Internasional Iko Uwais

Kisah sukses aktor Internasional Iko Uwais

Kisah Sukses Seni Bela Diri Aktor Internasional “Iko Uwais”

Karena Pandemi, Iko Uwais Jadi Punya Gym Sendiri di Rumah

Kisah sukses aktor Internasional Iko Uwais – Iko Uwais merupakan seorang aktor laga yang kini namanya melambung. Iko mulai dikenal banyak orang setelah memerankan beberapa tokoh di film internasional.

Pria kelahiran Jakarta itu sering membintangi film laga nasional maupun internasional. Keahliannya dalam ilmu bela diri pencak silat memberi Iko kesempatan untuk menjadi aktor laga internasional. Ia juga pernah meraih penghargaan sebagi pesilat terbaik kategori demonstrasi. Selain memiliki bakat di pencak silat, Iko sempat bergabung dengan Liga-B klub sepakbola Indonesia menjadi pemain tengah.

Sebelumnya, pria berumur 34 tahun itu pernah berprofesi sebagai sopir di sebuah perusahaan telekomunikasi. Beberapa judul film yang pernah dibintangi oleh pria yang memiliki nama Qorni Uwais itu diantaranya, ‘Merantau’ (2009), ‘The Raid’ (2012), ‘Star Wars: The Force Awakens’ (2015), ‘Headshot’ (2016), dan ‘Beyond Skyline’ (2017).

Penasaran bagaimana kehidupan Iko dahulu? berikut ini merangkum perjalanan karier Iko hingga menjadi seorang aktor internasional.

Eye For Film: The Raid - Promotional Gallery

Uwais Qorni merupakan nama asli Iko Uwais. Sejak usia dini, pria berdarah Betawi ini telah belajar pencak silat dibimbing oleh pamannya. Jenis perguruan yang diikuti oleh Iko ialah Tiga Berantai.

Kecintaannya itu direalisasikan dengan ikut dalam ajang perlombaan seni bela diri. Alhasil, dia juara tiga Kejuaraan Daerah Antar Perguruan Silat se-DKI Jakarta pada tahun 2003 serta ‘Penampil Terbaik’ dalam kategori Demonstrasi Dewasa Tunggal pada Kejuaraan Silat Nasional tahun 2005.

Selama menggeluti dunia seni bela diri, tak jarang pula ia bertolak ke luar negeri untuk tampil di beberapa peragaan pencak silat, seperti di Asia mau pun di Eropa. Tak hanya jago silat, Iko juga aktif sebagai pemain sepak bola tingkat nasional. Namun karena suatu hal, profesi tersebut ditinggalkannya.

Kerja keras yang ditunjukkan oleh pria berusia 35 tahun tersebut pun tercium oleh sutradara Gareth Evans pada tahun 2007. Sutradara ini kemudian mengajak Iko untuk terjun ke dunia perfilman dengan memberinya kesempatan menjadi pemeran utama film ‘Merantau’ di tahun 2009.

Film yang mengambil cerita tentang seorang pemuda Minang yang mahir bela diri pergi merantau ke Jakarta untuk menemukan jati dirinya. Tetapi, dalam perjalanannya, dia malah dihadapkan pada kasus perdagangan manusia yang mengharuskan untuk melawan musuh-musuhnya.

Film ini kemudian mendapatkan apresiasi dan penghargaan di ajang internasional. Tak hanya itu, film ini juga sukses mengenalkan Iko Uwais sebagai salah satu aktor laga asal Indonesia.

Kesuksesannya memerankan seorang yang ahli bela diri pun berlanjut di film lainnya. Seperti ‘The Raid’ yang dirilis ke beberapa negara, seperti Australia, Inggris hingga Amerika Serikat pada 2012. Film tersebut ditanggapi serius oleh para kritikus film dan mendapatkan apresiasi sebagai salah satu film bela diri terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Meskipun sudah terbilang sukses di kancah nasional, Iko terus belajar dan mempraktekkan ilmu bela dirinya di sela-sela kesibukan sebagai seorang aktor laga. Tak heran, beberapa film luar negeri melirik Iko karena sufat uletnya untuk menekuni profesi sebagai aktor khusus di film-film aksi.

Di tahun tahun 2013, aktor sekaligus sutradara Keanu Reeves mengajak Iko untuk bermain film ‘Man of Tai Chi’ dan beradu akting dengannya. Pada tahun 2015, suami Audy Item ini ikut terlibat dalam film ‘Star Wars: The Force Awakens’. Iko beradu akting dengan Harrison Ford dan Chewbacca. Penampilan Iko di beberapa film Hollywood memang tak jauh berbeda dengan penampilan sebelumnya. Namun kali ini dengan badan yang lebih kekar, Iko tetap konsisten dengan potongan rambutnya yang rapih dan tebal.

Di film garapan hollywood terbarunya berjudul ‘Stubber’, Iko tampil lebih nyentrik. Memerankan karakter antagonis, dia terlihat bandel dengan rambutnya yang di-bleaching kala itu.

Semenjak itu, tawaran untuk bermain film aksi internasional terus berdatangan, seperti ‘Beyond Skyline’ asal Amerika Serikat. Iko berperan sebagai Sua, seorang pemimpin perlawanan manusia bawah tanah di film yang menampilkan aksi teror mencekam kaum alien.

Terakhir, film ‘Mile 22’ karya sutradara Peter Berg juga turut menggandeng Iko sebagai salah satu pemerannya. Iko akan beradu akting dengan Mark Wahlberg, Ronda Rousey, Lauren Cohan, hingga Carlo Alban.

Nantinya, film ini akan rilis pada Agustus 2018. ‘Mile 22’ bercerita tentang anggota CIA yang bekerja sama dengan polisi Indonesia dalam menghadapi tindak kekerasan dan kasus korupsi.

Perjalanan karier Iko Uwais seolah membuktikan bahwa kecintaan dan ketekunannya pada suatu hobi yang digeluti dapat dijadikan suatu profesi yang membanggakan.

Aktor Iko Uwais juga telah sukses mendirikan sekolah bela diri yang bernama Thunder11 Center of Martial Arts. Di sekolah tersebut, terdapat berbagai macam kelas untuk belajar ilmu bela diri, di antaranya adalah pencak silat, taekwondo, aikido, dan seni bela diri lainnya.

Pemeran film ‘Headshot’ ini mengaku prihatin melihat tingkat kriminal yang cukup tinggi di Indonesia, salah satunya adalah di Bekasi, Jawa Barat. Hal tersebut membuat dia terdorong untuk membuka sekolah martial arts.

“Ini sekolah martial arts saya buka di Bekasi, karena di Bekasi tingkat kriminalitasnya cukup tinggi,” ujar Iko saat ditemui di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Awalnya, suami Audy Item ini sempat ragu untuk membuka sekolah tersebut. Sebab, dia sempat berpikir bahwa belajar bela diri itu diremehkan oleh sebagian besar orang. Namun, ayah dua orang anak itu didukung oleh teman-temannya hingga dia mantap untuk membuka sekolah bela dirinya itu.

“Masalahnya, kepedeaannya. Tapi, pas saya diskusiin lagi sama Uwais Team, insyaallah mereka akan bantu. Masalah SDM-nya (sumber daya manusia) siapa yang mau latih, siapa yang mau megang kelasnya, teman-teman yang mau pegang kelas bela diri, kebetulan tim saya semua,” ucap Iko.

Berkat ilmu bela diri, ayah dua anak ini sukses membintangi beberapa film laga lokal maupun internasional. Bahkan, dia dipercaya untuk menjadi pemain utama dan produser serial televisi Hollywood ‘Wu Assassins’.

Iko mengaku, dirinya kerap kesulitan ketika mencari seorang stuntman untuk tampil dalam proyek yang melibatkannya. Maka dari itu, kelas Ultimate Performance yang ada di Thunder11 dibuka khusus untuk mereka yang ingin menjadikan martial arts sebagai jembatan karier untuk menjadi seorang stuntmant atau koreografer.

“Saya juga cari kawan-kawan buat stunt sudah kehabisan, karena ada beberapa proyek yang berbarengan. (Thunder11) bisa dibuat wadah. Jadi, kita enggak harus cari ke mana-mana. Kalau garis tangannya bagus, bisa jadi bintang besar,” katanya.

Iko juga menyebutkan bahwa dari Indonesia harus ada yang menjadi penerus dirinya sebagai seorang aktor martial arts. Dia merasa bahwa kini, banyak film yang membutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan bela diri.

“Harus ada penerus baru. Jangan sampai habis generasi dari Indonesia. Indonesia kan sudah punya peta sendiri di kancah perfilman internasional. Jadi, banyak sineas film internasional datangnya sudah ke Indonesia,” tandas Iko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *