Masyarakat Tak Perlu Panic Buying

Masyarakat Tak Perlu Panic Buying

Masyarakat Tak Perlu Panic Buying

Masyarakat Tak Perlu Panic Buying, – Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Entang Sastraatmaja meminta masyarakat tak panik dan menghawatirkan stok pangan nasional (panic buying). Menurut Entang, kekhawatiran itu tidak berdasar karena pemerintah sudah memastikan kebutuhan pangan 2020 aman.

“Kalau kita percaya data yang ada, pasti cukup. Hanya saja jangan takut soal stok, karena sebenarnya kita sudah sangat piawai dalam mengatur kebutuhan,” kata Entang, dalam keterangan tertulis, Jumat.

Masyarakat diimbau tak perlu panic buying dalam menyambut pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat yang rencananya diberlakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai Senin, 14 September 2020.

Dewan Penasehat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta menjamin bahwa persediaan barang keperluan sehari-hari tidak dalam keadaan langka.

“Tidak pernah terjadi isu kelangkaan apapun. Jadi saya kira jangan istilahnya panic buying, biasa saja gitu. Selagi teman-teman ingin mendapatkan kebutuhannya, ada saja di lapangan gitu,” kata dia saat dihubungi http://katerinefrancisetsespeintres.com/, Jumat.

Seperti diketahui, baru-baru ini terjadi panic buying pada sebagian masyarakat, menyusul kabar virus Corona yang masuk ke Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk memiliki persediaan lebih di masing-masing keluarga.

Entang mengatakan, sebaiknya masyarakat mulai membangun hasrat deteksi dini dalam menghadapi sebuah masalah seperti menyebarnya virus Corona. Kata dia, jika hal ini diterapkan, maka, tidak akan ada sikap semacam panic buying.

“Kalau masyarakat masih mengedepankan situasi tersebut, maka panic buying akan terus terjadi,” terang Entang.

Berkaca dari PSBB yang sudah pernah diberlakukan sebelumnya, Tutum memastikan peritel tidak mengalami masalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jika pembatasan sosial berlaku lagi.

“Saya kira dari PSBB pertama sudah pernah kita lakukan, PSBB transisi sudah kita lalui tidak menimbulkan masalah apa-apa untuk mengisi kebutuhan masyarakat,” sebutnya.

Dia juga meyakini bahwa toko ritel, khususnya yang menjual kebutuhan masyarakat tetap diperbolehkan buka saat PSBB nanti.

“Ya pokoknya saya kira pemerintah akan tetap menjamin untuk barang-barang kebutuhan masyarakat tetap diperbolehkan untuk buka. Jadi saya kira itu tidak menjadikan hambatan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan mereka. Jadi biasa-biasa saja,” papar Tutum.

Dia juga menjelaskan bahwa sejak Anies mengumumkan PSBB Jakarta akan kembali diberlakukan tidak ada lonjakan belanja.

“Kalau di sisi konsumennya menanggapinya kalau soal kebutuhan mereka tidak ada isu lah. Jadi biasa-biasa saja,” sebutnya.

Dia menambahkan, masyarakat sudah belajar dari masa PSBB sebelumnya dan PSBB transisi berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Comments are closed.