Mitos Makanan yang Beredar di Masyarakat

Mitos Makanan yang Beredar di Masyarakat

Mitos Makanan yang Beredar di Masyarakat, Kamu Masih Percaya

Mitos Makanan yang Beredar di Masyarakat – Sejumlah mitos mengenai makanan dann kesehatan beredar di masyarakat pada masa derasnya informasi. Walau begitu, pada sejumlah mitos ini, ternyata banyak orang yang masih belum mengetahui kebenarannya.

Sampai sekarang, masih banyak mitos tentang makanan yang beredar di masyarakat. Ada yang memilih mengabaikannya, tapi banyak pula yang memercayainya. Mitos tersebut biasanya berkaitan dengan dampak buruk yang terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu.

Misalnya mengonsumsi karbohidrat bisa membuat tubuh jadi gemuk. Gak cuma itu, berikut beberapa mitos yang masih dipercaya sebagian besar masyarakat.

Mengonsumsi karbohidrat bisa bikin gemuk dan gagal diet

Bagi yang sedang berdiet, pasti akan mengurangi konsumsi karbohidrat, karena dianggap efektif menurunkan berat badan. Sebenarnya, karbohidrat terkandung dalam berbagai jenis makanan.

Buah-buahan dan makanan manis, seperti es krim, pun mengandung karbohidrat. Kalau mau diet berhasil, kamu harus memilah mana karbohidrat baik yang boleh dikonsumsi dan mana karbohidrat jahat yang sebaiknya dihindari.

Konsumsi banyak vitamin C untuk mengobati flu

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan diĀ European Journal of Clinical NutritionĀ edisi 2005, mengonsumsi banyak vitamin C tidak bisa menyembuhkan seseorang yang sedang flu. Mengonsumsi vitamin C hanya bisa mencegah seseorang terserang flu.

Kamu pun tidak perlu mengonsumsi vitamin C terlalu banyak setiap harinya. Ada dampak buruk yang terjadi ketika seseorang mengonsumsi vitamin C terlalu banyak. Misalnya menyebabkan batu ginjal.

Konsumsi MSG Bisa Membuat Rusak Otak

Makan sedikit tapi sering bisa menurunkan berat badan

Penelitian yang dilakukan beberapa universitas di California dan Meksiko mengungkapkan seseorang yang makan berkali-kali dengan porsi kecil mengandung glukosa, insulin, dan kolesterol yang lebih sehat. Namun, ditemukan pula bahwa mengonsumsi makanan berkali-kali dengan porsi kecil belum tentu mengurangi jumlah kalori terbakar dalam tubuh.

Hal ini tergantung pada kebiasaan makan setiap orang. Ada yang punya kebiasaan makan dengan porsi sangat sedikit, tapi berkali-kali, ada pula makan tiga kali sehari dalam porsi normal atau besar.

Pola makan ini disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing orang. Jadi, tiap orang tentu akan mendapat hasil yang berbeda, meski sama-sama berupaya menurunkan berat badan.

Sayuran yang dimasak akan kehilangan nutrisinya

Banyak orang percaya bahwa sayuran mentah lebih sehat, karena kandungan dan nutrisinya masih lengkap. Sedangkan, sayuran yang dimasak telah kehilangan nutrisinya.

Kamu juga salah satu yang percaya mitos ini? Memasak sayuran itu baik, karena bisa membunuh kuman atau bakteri. Nah, sebaiknya memasak sayuran tidak terlalu lama agar kandungan nutrisi tetap cukup dan kuman bisa mati.

Comments are closed.