Museum Pusat Budaya Eropa Siap Dibuka

Museum Pusat Budaya Eropa Siap Dibuka

Museum dan Pusat Budaya di Eropa Siap Dibuka Kembali

Museum dan Pusat Budaya di Eropa Siap Dibuka Kembali – Pandemi corona Covid-19 memang belum berlalu, tetapi beberapa museum di Eropa siap menyambut wisatawan kembali. Sebelumnya, semua museum tutup sementara akibat dampak Covid-19.

Kondisi di beberapa negara dianggap sudah kondusif untuk membuka kembali sejumlah tempat wisata. Seperti dilansir dari laman Travel Leisure dan The New York Times, beberapa museum akan buka kembali.

Masjid Baiturrahman Aceh merupakan salah satu bangunan bersejarah yang paling ikonik. Masjid ini dibangun pada tahun 1612 di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, namun ada pula sumber yang menyebutkan bahwa pembangunannya telah dimulai sejak 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah.

Masjid yang memiliki empat menara ini telah mengalami renovasi berulang kali. Hal itu dikarenakan terus meningkatnya jamaah yang datang untuk wisata religi, dilakukan pula perluasan dan penambahan kubah. Kini masjid ini memiliki tujuh kubah, empat menara, dan satu menara induk. Luas area masjid pun mencapai kurang lebih empat hektar.

Sedangkan, museum dan lembaga budaya di Austria dan Swiss belum diketahui secara pasti akan mulai kembali beroperasi. Namun kabarnya, kedua negara tersebut juga akan mulai membuka tempat wisatanya pada bulan ini juga.

Villa Borghese dan Museum Capitoline di Roma, Italia juga akan buka dan menerima pengunjung lagi pada Rabu besok. Sedangkan di Naples, Museo e Real Bosco di Daftar Poker IDN Bonus Besar bahkan sudah dibuka pada hari ini, Selasa.

Villa Borghese dan Museum Capitoline di Roma

“Ini adalah perangkat yang segera memperingatkan Anda jika terlalu dekat dengan pengunjung lain,” terang Timothy Verdon, direktur Museum of the Milan Cathedral atau lebih dikenal dengan Museum Duomo.

Para pejabat di Duomo juga mencatat, saat pembukaan kembali, pengunjung akan diminta untuk memakai masker wajah dan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan.

Museum di seluruh dunia kemungkinan akan melakukan langkah-langkah serupa, dengan menerapkan pedoman yang ditetapkan pada April lalu oleh Komite Internasional untuk Museum dan Koleksi Seni modern.

Di dalam pedoman tersebut, dicantumkan kalau wisatawan yang ingin berkunjung harus melewati pemeriksaan suhu, menggunakan masker, serta didata lengkap.

Kalau ditemukan kasus infeksi, pihak museum bisa melacak pergerakan pengunjung. Selain itu, pengunjung yang baru datang ke kawasan-kawasan Red Zone selama kurang lebih dua minggu terakhir bisa saja tidak diizinkan untuk masuk.

Meski begitu, setiap museum tetap menjalankan peraturan kesehatan dan keselamatan bagi para pengunjung sebelum membuka kembali museum tersebut.

Agama Islam sudah berada di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, India selama abad ke-11 melalui jalur perdagangan Nusantara.

Pada zaman dahulu, agar agama Islam dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat maka digunakan cara akulturasi budaya dalam syiar dan dakwahnya. Dengan proses akulturasi tersebut, dinilai menjadi cara paling efektif dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Misalnya, Museum Duomo akan meminta semua pengunjung untuk memakai transponder fisik yang akan berbunyi bip dan berdengung ketika satu tamu terlalu dekat dengan yang lain.

Contohnya di Jerman, museum Gemäldegalerie dan Altes Museum. Kedua museum tersebut akan dibuka kembali pada pekan ini. Sementara itu, Katedral Santa Maria Del Fiore (Duomo) di Florence, Italia, sudah dibuka kembali pada 25 Mei 2020.

Baca Juga : Kapal Kargo Iran Kandas di Perairan Batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *