Neraca Dagang Indonesia Diprediksi Surplus Lagi karena ‘Penyakit’

Neraca Dagang Indonesia Diprediksi Surplus Lagi karena ‘Penyakit’

Neraca Dagang Indonesia Diprediksi Surplus Lagi karena ‘Penyakit’

Neraca Dagang Indonesia Diprediksi Surplus Lagi karena ‘Penyakit’ – Badan Pusat Statstik (BPS) akan mengumumkan hasil neraca perdagangan Indonesia pada September 2020. D’irektur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal memproyeksikan neraca dagang Indonesia bakal surplus lagi.

“Saya rasa masih akan surplus dan cenderung surplus sampai akhir tahun,” ujarnya. Lansirkan dari http://canoecreekgolf.com/

1. Surplus karena ada penyakit

Menurut Faisal, surplus yang tercapai nantinya bukan dalam kondisi yang ‘sehat’. Artinya, surplus neraca dagang meraih karena nilai impor turun signifikan banding ekspor yang sudah perkirakan juga akan mengalami penurunan.

“Ini berkurang juga (impor) bahan baku penolong. Surplus karena ada penyakit,” ucap ia

2. Neraca pedagangan Indonesia 2020 terprediksi bakal mencetak rekor

Namun demikian, Faisal memperkirakan catatan surplus tersebut akan terus berlangsung sampai akhir tahun. Menurut ia, realisasi neraca perdagangan pada akhir tahun akan mampu mencetak rekor tertingginya, yakni pada atas 12 miliar dolar AS atau setara Rp176,4 triliun (kurs Rp14.700).

“Tingkat surplusnya bakal melewati dalam lima tahun terakhir. Surplus pernah 12 miliar pada 2017. Karena dalam 5 tahun terakhir belum lebih dari 12 miliar,” tutur ia.

Sebagai informasi, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 11,84 miliar dolar AS pada 2017. Berdasarkan catatan BPS, Indonesia sudah mengalami surplus neraca perdagangan sejak tahun 2015, dengan nilai surplus 7,67 miliar dolar AS dan tahun 2016 surplus 9,53 miliar dolar AS.

3. Neraca perdagangan Indonesia Juli-Agustus mencatat surplus

Neraca perdagangan Agustus 2020 mengalami surplus 2,33 miliar dolar AS. Capaian ini tersebabkan karena ekspor yang mencapai 13,07 miliar dolar AS dan impor senilai 10,74 miliar dolar AS. Pada Juli 2020, nilai surplusnya lebih tinggi banding Agustus 2020, yakni senilai 3,26 miliar dolar AS.

4. Hattrick neraca dagang RI surplus

Dengan capaian dari Juli 2020, maka neraca dagang Indonesia tiga kali berturut-turut mencatat surplus.

Pada Mei 2020 tercatat surplus US$2,1 miliar, kemudian Juni 2020 surplus US$1,27 miliar, dan Juli 2020 surplus US$3,26 miliar.

5. Neraca dagang Indonesia Juli 2020 surplus

BPS mencatat, neraca dagang Indonesia pada Juli 2020 surplus US$3,26 miliar. Surplus ini lebih besar banding Juni 2020 sebesar US$ 1,27 miliar.

“Surplus ini terjadi karena ekspor kita secara month to month lebih tinggi. Alhamdulillah kita masih mengalami,” ucap Suhariyanto.

Comments are closed.