Penumpang Kereta Wajib PCR

Penumpang Kereta Wajib PCR

Penumpang Kereta Wajib PCR

Penumpang Kereta Wajib PCR, – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara mulai mengoperasikan kembali empat kereta api reguler jarak menengah.

Menurut Vice President PT KAI (Persero) Divre I SU Daniel Johannes Hutabarat, pengoperasian kembali KA reguler ini mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No 7 Tahun 2020.

Kemudian, Surat Edaran Ditjenka Kemenhub Nomor 14 Tahun 2020 Tanggal 8 Juni 2020, serta surat tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

 

Untuk saat ini, pembelian tiket di loket hanya bisa dilakukan di Stasiun Medan, Tebingtinggi, Kisaran, Tanjungbalai, Mambang Muda dan Rantauprapat,” katanya.

Pada tahap awal pengoperasian, PT KAI Diver I hanya menjual tiket 70% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Tujuannya untuk menjaga jarak antar penumpang selama dalam perjalanan.

Khusus bagi penumpang dengan usia di atas 50 tahun, petugas akan mengatur tempat duduknya saat dalam perjalanan.

 

Ia menjelaskan, pengoperasian kembali KA Reguler ini tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19 yang ketat.

Tentunya, untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui transportasi kereta api, PT KAI Divre I SU turut memberlakukan sejumlah ketentuan.

Satu di antaranya menyangkut tata cara pembelian tiket.

Saat ini, masyarakat yang ingin membeli tiket cukup memeasannya secara online melalui aplikasi KAI Access dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya mulai H-7 keberangkatan KA.

 

“Calon penumpang KA jarak menengah ini juga diharuskan melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 No 7 Tahun 2020,” katanya.

Adapun syarat yang harus dilengkapi, penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil uji PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan hasil negatif.

Surat hasil uji PCR yang ditunjukkan penumpang itu harus berlaku selama tujuih hari.

Kemudian penumpang wajib membawa surat keterangan uji rapid test dengan hasil non reaktif yang berlaku tiga hari pada saat keberangkatan,

atau menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR dan/atau rapid test.

 

Selanjutnya, calon penumpang wajib mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler.

Secara umum, kata Daniel, setiap penumpang KA jarak menengah maupun lokal harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu,

pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib menggunakan masker, dan menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.

Lalu, sambung Daniel, calon penumpang diwajibkan memakai masker dan face shield selama di area stasiun, perjalanan KA dan sampai tiba di stasiun tujuan.

Khusus penumpang infant (di bawah usia 3 tahun), diimbau untuk membawa sendiri face shield.

 

Sebelum calon penumpang masuk kereta, petugas boarding akan memverifikasi seluruh persyaratan penumpang dengan ketat.

Tujuannya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat dan menjadikan perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *