Profil Garuda Indonesia, Maskapai Penerbangan Negara sejak Era Belanda

Profil Garuda Indonesia, Maskapai Penerbangan Negara sejak Era Belanda

Profil Garuda Indonesia, Maskapai Penerbangan Negara sejak Era Belanda

Profil Garuda Indonesia, Maskapai Penerbangan Negara sejak Era Belanda – PT Garuda Indonesia Tbk merupakan satu-satunya perusahaan maskapai milik negara. Sehingga wajar saja pemerintah terus berupaya untuk menyelamatkan Garuda Indonesia, meskipun sering kali perusahaan ini membukukan kerugian.

Garuda Indonesia pertama kali mengudara pada 1949, era agresi militer melancarkan Belanda. Meski sudah memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia tetap terbayangi ancaman kependudukan oleh Belanda.

Pada masa itulah, perusahaan maskapai ini lahir. Seperti apa perjalanan Garuda Indonesia sejak masa tersebut hingga kini?

1. Garuda Indonesia awalnya merupakan joint venture dengan KLM

Mengutip beberapa sumber, penerbangan sipil Indonesia tercipta pertama kali atas inisiatif Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dengan menyewakan pesawat yang ternamai Indonesian Airways kepada pemerintah Burma pada 26 Januari 1949. Peran Indonesian Airways pun berakhir setelah tersepakatinya Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949. Terlansirkan dari http://162.241.119.31/

Setelah menandatangani perjanjian KMB, Belanda ternyatakan wajib menyerahkan seluruh kekayaan pemerintah Hindia Belanda kepada pemerintah Republik Indonesia Serikat, termasuk maskapai KLM II B yang merupakan anak usaha Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM) milik Belanda.

Pada 21 Desember 1949, melaksanakan perundingan lanjutan dari apa yang menghasilkan pada KMB. Pembicaraan antara pemerintah Indonesia dengan maskapai KLM itu mengenai rencana berdirinya sebuah maskapai nasional.

2. D’irektur pertama Garuda Indonesia merupakan orang Belanda

Dalam mempersiapkan kemampuan staf udara Indonesia, maka KLM bersedia menempatkan stafnya sementara untuk tetap bertugas pada maskapai nasional tersebut, sekaligus melatih para staf udara Indonesia.

Karena itulah pada masa peralihan ini, D’irektur Utama Garuda Indonesia yang pertama merupakan orang Belanda, yakni Dr. E Konijneburg. Armada pertama Garuda Indonesia pun merupakan peninggalan KLM-II B dan bukan armada Indonesian Airways milik AURI.

3. Garuda Indonesia memberi nama oleh Presiden Sukarno dan terbang pertama kali membawanya

Dr. Konijnenburg yang juga berkawan dengan Presiden Sukarno, menghadap dan melapor kepadanya yang saat itu padaa Yogyakarta. Ia mengatakan pada Sukarno bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan menyerahkan  kepada pemerintah sesuai dengan hasil KMB.

Ia meminta Sukarno memberi nama bagi perusahaan tersebut. Konijnenburg mengatakan pesawat yang terrencanakan membawa Sukarno dari Yogyakarta ke Jakarta itu, akan mencat dan memberi tulisan sesuai nama yang terpilih sang presiden.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Sukarno menjawab dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto pada zaman kolonial.

“Ik ben Garuda, Vishnoe’s vogel, d’ie zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden. (Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi pada atas kepulauanmu).

Maka pada 28 Desember 1949, penerbangan bersejarah pun melakukan menggunakan pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair. Dengan nama Garuda Indonesian Airways, pesawat tersebut terbang membawa Presiden Sukarno dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menghadiri upacara pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS). Itulah penerbangan perdana Garuda.

4. Garuda Indonesia menjadi perusahaan negara pada 1950

Setahun kemudian, pada 1950, Garuda Indonesia menjadi perusahaan negara. Pada periode tersebut, Garuda Indonesia mengoperasikan armada dengan jumlah pesawat sebanyak 38 buah yang terdiri dari 22 DC-3, 8 Catalina kapal terbang dam 8 Convair 240.

Armada Garuda Indonesia terus bertambah dan akhirnya berhasil melaksanakan penerbangan pertama kali ke Makkah membawa jemaah haji dari Indonesia pada 1956. Selanjutnya pada 1965, penerbangan pertama kali ke negara-negara di Eropa dilakukan dengan Amsterdam sebagai tujuan terakhir.

Comments are closed.