Sektor Swasta Perlu Terapkan Kerja Fleksibel

Sektor Swasta Perlu Terapkan Kerja Fleksibel

Sektor Swasta Perlu Terapkan Kerja Fleksibel

Sektor Swasta Perlu Terapkan Kerja Fleksibel – Berdasarkan hasil riset Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) selama pandemik Covid-19, hampir seluruh sektor memberlakukan kebijakan work from home atau bekerja dari rumah. IBCWE memandang perlunya sektor swasta untuk memberlakukan pengaturan kerja fleksibel secara permanen.

“Yang cukup menjanjikan untuk sektor swasta adalah hampir 80 persen karyawan menyatakan bahwa mereka menjadi sama atau lebih produktif ketika masa krisis bekerja dari rumah,” ungkap Maya Juwita, Direktur Eksekutif IBCWE.

IBCWE merupakan koalisi perusahaan yang berkomitmen untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender. Dengan misi mendukung bisnis untuk mengoptimalkan perannya dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender.

1. Penyebab penurunan produktivitas pekerja

Hasil riset https://lastmenandovermen.com/ juga menunjukkan sebanyak 25 persen laki-laki dan 17 persen perempuan yang merasa produktivitas mereka berkurang. Penyebab penurunan produktivitas tersebut ialah kecemasan terhadap pandemik yang diakui oleh 57 persen laki-laki dan 45 persen perempuan.

Selain sistem kerja fleksibel, baik karyawan laki-laki dan perempuan sangat mendukung cuti rumah tangga yang selama ini lebih menyasar pada karyawan perempuan.

“Hampir 50 persen orang Indonesia percaya cuti orang tua, cuti pengasuh, dan bekerja fleksibel harus bisa mengakses secara setara,” kata Maya.

2. Tujuan sistem kerja yang fleksibel

Tujuan dari pengaturan kerja yang fleksibel sendiri adalah untuk membantu karyawan mencapai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan juga pekerjaan. Selain itu, perusahaan juga bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan talenta-talenta. Perempuan yang tidak perlu lagi memilih antara pekerjaan dan peran domestik.

Sebagai tambahan, beragam riset tersebut yang lakukan oleh IBCWE bersama Investing in Women yang dapat dukungan oleh Kedutaan Besar Australia, serta ILO dan University of Sydney.

3. Berdasarkan riset, kebijakan bekerja dari rumah menjadi pilihan yang menjanjikan bagi perusahaan

Pandemik Covid-19 yang mewabah sejak awal tahun 2020 telah menghadapkan perusahaan seluruh dunia dengan berbagai permasalahan yang kompleks. Namun, banyak perusahaan yang berusaha sedemikian rupa untuk bertahan pada masa sulit ini. Salah satunya adalah kebijakan work from home yang menambah beban ganda pada perempuan. Meski begitu, riset di atas telah menjadikan kebijakan bekerja dari rumah menjadi suatu pilihan yang menjanjikan bagi perusahaan di masa depan.

Comments are closed.