Siswi SMP Diperkosa 4 Orang, Tersangka Adalah Temannya Sendiri

Siswi SMP Diperkosa 4 Orang, Tersangka Adalah Temannya Sendiri

Siswi SMP Diperkosa 4 Orang, Tersangka Adalah Temannya Sendiri

Siswi SMP Diperkosa 4 Orang, Tersangka Adalah Temannya Sendiri – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Palembang yang masih berusia 14 tahun diperkosa beramai-ramai oleh empat orang temannya.

Kronologis ini terungkap saat ibu kandung korban, AS (33), mendengar putrinya mengigau. Akhirnya remaja itu pun tak lagi bisa mengelak dan jujur sudah menjadi korban pemerkosaan setelah ditanya oleh ibunya.

“Saya terkejut anak saya bilang sudah menjadi korban pemerkosaan dan dicekoki pelaku dengan miras (minuman keras),” ungkap AS, Jumat.

Tidak terima anaknya menjadi korban, AS mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang dan melaporkan para pelaku.

1. Salah seorang terduga pelaku membantah perbuatannya, ibu korban lapor polisi 

AS mengatakan sempat mengajak pelaku menyelesaikan kasus pemerkosaan yang dialami putrinya itu secara kekeluargaan. Tapi seorang pelaku bernama AB justru membantah perbuatannya. Menurut AB, ia hanya berperan membuka celana korban.

“Dia (AB) tidak mau menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan alasan tidak melakukannya, maka kita memutuskan melapor ke polisi, dan saya rasa pelaku AB ini masih berusia sekitar 16 tahun,” jelas dia.

#Korban di perkosa dalam keadaan tidak sadar

2. Korban diperkosa bergilir oleh empat pelaku di sebuah indekos 

Menurut pengakuan korban kepada AS, pemerkosaan terjadi di sebuah indekos di Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang, Minggu sekitar pukul 02.00 WIB. Korban diajak dan dicekoki minuman keras (miras) oleh pelaku AB.

Tak lama setelahnya, pelaku meminta korban tidur. Saat itulah korban diperkosa oleh AB bersama tiga pelaku lain.

“Kami ingin pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya,” jelas dia.

3. Polisi akan menindaklanjuti laporan orang tua korban 

Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri, membenarkan laporan korban terkait kasus tindak pidana perlindungan anak. Laporan tersebut tercatat di laporan LPB/1482/VII/2020/Sumsel/RESTABES/SPKT.

Heri memastikan kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut dan mendampingi korban. Sebab korban kita lihat sedikit mengalami syok. semoga juga keadaan korban bisa cepat pulih.

“Laporan korban akan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak,” tuturnya.

Comments are closed.